Showing posts with label SH Teratai. Show all posts
Showing posts with label SH Teratai. Show all posts
Eddy Wirabhumi (kiri) bersalaman sebagai tanda damai dengan
Denny Nur Cahyanto (kanan) di Mapolresta Surakarta.
Setelah digegerkan dengan pemberitaan mengenai perseteruan antara Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) dengan Barisan Muda Indonesia (BMI) sening kemarin, kini telah berakhir damai. Perjanjian damai itu dituliskan dalam surat perjanjian ditandatangani kedua belah pihak, Selasa (18/11) malam. Bertempat di Mapolresta Solo, perwakilan dari kedua kelompok bertikai sepakat untuk menempuh jalan damai. Kelompok PSHT diwakili Ketua Komisariat PSHT Solo, Eddy Wirabhumi dan Denny Nur Cahyanto (Dencis) dipihak BMI atau yang dulu dikenal sebagai DMC.
Seperti yang dilansir timlo.net, Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, mengungkapkan perjanjian ini merupakan awal baik. Pak Rudy pun tampak mengapresiasi niat baik kedua kelompok untuk berdamai. Sebelumnya, Wali Kota Solo ini juga menghimbau agar semua pihak untuk meredam emosi sampai permasalahan selesai. 
Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) memfasilitasi perdamaian ini, kami menghargai kedua belah pihak yang telah mau berdamai dan mengakui kesalahan masing-masing. Solo ini kan sudah mendapatkan penilaian sebagai kota yang aman dan nyaman untuk ditinggali, seharusnya dijaga bersama. Oleh karena itu, mari kita jaga kebersamaan,” paparnya kepada wartawan.
Perdamaian ini sangatlah menjadi keputusan yang tepat dan yang diharapkan para warga Solo yang merasa kenyamanannya terganggu karena perseteruan ini.
Menurut berita yang dilansir oleh timlo.net Ketua Umum BMI, Dencis (Denny Nur Cahyanto) mengatakan organisasinya dan PSHT Solo dan daerah telah lama menjalin hubungan baik. Ke depannya kerukunan antara kedua kelompok ini bisa terjalin baik dan tidak diganggu dengan hal-hal tidak jelas. Persoalan senin kemarin (baca : Perguruan SH Terate serang Kantor DMC Nusukan Solokan tidak jelas apa masalahnya, tapi bisa membuat kedua belah pihak bertikai.  Beliau berharap ke depannya tidak akan ada lagi hal-hal seperti ini.
Eddy Wirabhumi sebagai wakil dari PSHT juga menyesalkan insiden Senin (17/11) kemarin itu. Eddy juga berharap semoga kejadian ini tidak akan terulang kembali dan kesepakatan damai ini akan segera disebarkan kepada anggota-anggota yang lain.
sumber : timlo.net
Perguruan SH Teratai serang Kantor DMC Nusukan Solo
Suasana mencekam di Pasar Nusukan, Surakarta terjadi karena ratusan massa anggota salah satu perkumpulan beladiri (SH Teratai) mendatangi Mapolresta Solo, Senin (17/11) malam. Diduga kedatangan ratusan pesilat ini terkait ditangkapnya empat orang anggota mereka untuk menjalani pemeriksaan, sebagai saksi atas peristiwa perusakan kantor DMC atau Barisan Muda Indonesia (BMI), Senin siang.
Massa datang sekira jam 22.00 WIB terus berteriak dengan nada tantangan kepada anggota DMC/BMI. Beruntung massa berdatangan dengan menggunakan puluhan sepeda motor itu bisa ditenangkan oleh Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Keraton Surakarta (LHKS) Eddy Wirabhumi.
“Saya minta saudara-saudara untuk tenang, saya akan kawal semuanya ini,” ungkapnya di depan massa.
Seperti yang dilansir Timlo.net Eddy Wirabhumi mengaku pihaknya berusaha menenangkan anggota massa perkumpulan beladiri tersebut. Ia juga mengaku hal ini hanyalah salah paham belaka. Eddy mengatakan, kedatangan anggota perkumpulan beladiri ini bukan bermaksud menyerang, melainkan untuk mendapatkan kejelasan terkait empat teman mereka saat ini tengah dimintai keterangan oleh Polresta Solo.
“Tadi siang itu terjadi salah pengertian. Info yang berkembang di luar sana sangat banyak dan tidak semuanya benar. Mereka ini tidak bermaksud untuk menyerang, melainkan meminta kejelasan,” papar Eddy.
Setelah mendengar penjelasan Eddy Wirabhumi, ratusan pesilat itupun membubarkan diri. 
Kronologis 
Diketahui ribuan anggota perkumpulan beladiri mulai melakukan perusakan di kawasan Pasar Nusukan. Alhasil, sejumlah kios, toko bahkan sebuah mesin ATM di kawasan itu mengalami kerusakan. Polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata ke arah kerumunan anggota perkumpulan beladiri. Peristiwa tersebut dilakukan untuk mensweeping para anggota DMC atau Barisan Muda Indonesia (BMI).
Anggota perkumpulan beladiri tersebut membawa sejumlah alat ataupun benda tajam lainnya yang digunakan untuk merusak. 
Korban
Beberapa orang terluka dalam bentrokan antara Barisan Muda Indonesia (BMI/DMC) dengan sekelompok orang dari anggota salah satu perkumpulan beladiri SH Teratai, Selasa (18/11) dini hari.
Kebanyakan korban mengalami luka bacok di sekitar kepala dan tangan. Berikut adalah nama korban berhasil dievakuasi ke RS Brayat Minulya, Solo.
1. Jueky Andi Saputra (20) alamat Kerten RT 004 RW 009 Kelurahan Kerten, korban menderita luka bocor di kepala.
2. Yakobus Rinto Dardi (18) alamat Debegan RT 003 RW 005 Kelurahan Mojosongo korban menderita luka bacok kepala dan badan
3. Viktor Krasteyo Widi N alamat Ngankuk RT 001 RW 001 Selokaton Kelurahan Gondangrejo, Karanganyar. Korban menderita luka bacok kepala dan badan serta kaki).
4. Yosi Dika Aianda (19), Alamat Cemani RT 002 RW 015 Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Korban menderita luka di bagian kepala dan badan serta bacokan di tangan.
5. Alvon (22) alamat Nusa Tenggara Timur, menderita luka bacok kepala dan kaki.
6. Rudin warga Banjarnegara. Menderita luka kepala dan badan akibat bacokan.
“Korban Rudin sudah dirujuk ke RS. dr. Moewardi untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut,” kata salah seorang petugas ICU RS Brayat Minulya enggan disebut namanya. (timlo.net)


Powered by Blogger.

Blogroll

Popular Topics