Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts
DPR Tandingan (Dualisme DPR) Ternyata tak hanya di sepak bola yang sempat mengalami dualisme dalam kepengurusannya. Di dunia politik pun terjadi dualisme. Seperti yang kita ketahui bahwa persaingan dalam Pemilu 2014 lalu adalah persaingan tersengit dalam sejarah pemilu di Indonesia karena hanya menyisakan 2 calon Presiden dan Wakil Presiden di babak final.  

    Dewan Perwakilan Rakyat kini dihadapkan pada ketidakpastian dengan adanya dualisme pimpinan, yakni dari fraksi kubu Koalisi Merah Putih dan kubu Koalisi Indonesia Hebat. Apa tanggapan Presiden Joko Widodo atas kisruh di DPR?

   Seperti yang dilansir dalam Kompas.com Presiden memberikan pernyataan, "Ya, akan lebih baik kalau kita ini bersatu," ucap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, seusai menunaikan shalat Jumat, Jumat (31/10/2014).


  Perpecahan dalam parlemen semakin runcing dengan munculnya pimpinan DPR tandingan yang digagas fraksi kubu KIH (Koalisi Ihdonesia Hebat). Koalisi tersebut mendesak Presiden mengabaikan pimpinan sah di DPR yang dikuasai oleh Koalisi Merah Putih (KMP), yakni Setya Novanto, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto, dan Taufik Kurniawan.

   Sebaliknya, KMP juga mendesak Jokowi untuk mengingatkan koalisi pendukungnya agar mereka mematuhi aturan internal parlemen.Elite politik di DPR diminta tidak menyeret Jokowi dalam konflik di parlemen, salah satunya terkait permintaan penerbitan peraturan pemerintah pengganti UU MD3. Presiden diminta netral.

Kita tahu persaingan yang terjadi dalam kedua koalisi tersebut, sudah menjadi rahasia umum lagi. Namun, akan sampai kapan negara ini dipenuhi dengan persaingan ? Persaingan yang sehat adalah persaingan memberikan rasa nyaman di masyarakat, jika para "wakil rakyat" masih saja berkutat dengan dualisme kepemimpinan, kepada siapa lagi rakyat akan memberikan kepercayaannya ? 

Susah kan ? Memang susah jika dalam menjalankan mandat dari rakyat masih dipenuhi rasa pekewuh dengan "segerombolan" orang yang berkumpul dengan tujuan tertentu. 
Saya mempunyai pandangan, harusnya para wakil rakyat mempunyai sifat perkewuh (sungkan) dengan rakyat, bukan dengan elite - elite politik tertentu yang tujuannya belum tentu mengemban amanat rakyat. 
Jokowi Bikin Repot_ztmahardika.blogspot.com     Ucapan selamat atas terpilihnya Pak Jokowi sebagai Presiden terpilih 2014 -2019 nampaknya tak dapat dihitung lagi banyaknya. Secara pribadi saya juga ingin menyampaikan rasa selamat kepada mantan Walikota Solo ini. 
    
   2 hari setelah diresmikannya sebagai Presiden, Pak Jokowi yang sering melakukan blusukan dan tindakan - tindakan spontan seperti yang diberitakan oleh Kompas.com bahwa gaya spontanitas Presiden Joko Widodo tak berubah meski sudah menjejakkan kaki di Istana Kepresidenan. 
    
   Hari ini, Jokowi menemani Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk berkeliling Istana. Tempat yang pertama dituju adalah Istana Merdeka. Setelah puas berkeliling Istana Merdeka, staf protokoler Istana, Biro Pers, hingga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun bersiap di Wisma Negara.



     Wisma Negara menjadi tempat kedua yang disiapkan untuk diperlihatkan kepada Ahok dan rombongan. Namun, bukan berbelok ke kiri dari taman tengah Istana, Jokowi justru menggiring Ahok lurus ke arah Istana Negara.




     Paspampres yang sudah mensterilkan jalan bagi Jokowi menuju Wisma Negara pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat aksi mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Paspampres dan staf Istana pun terpaksa berlari dan mensterilkan jalur baru yang ditempuh Jokowi. Para anggota Paspampres dan staf Istana yang mengenakan batik pun terlihat berlari dan bermandi keringat.




     Di Istana Negara, persoalan tak juga selesai. Lantaran tak disiapkan, Jokowi dan rombongan pun disambut dengan suasana gelap gulita. Staf Rumah Tangga Kepresidenan pun kelabakan. Mereka panik dan segera menuju ruang kontrol untuk menyalakan lampu seisi Istana.


     Banyak kalangan yang mendukung ada juga yang masih tidak menerima dan memandang sinis terhadap terpilihnya Presiden periode 2014 - 2019 ini. Berikut adalah beberapa pendapat masyarakat terhadap kegiatan Jokowi di awal kepimimpinannya menjadi orang nomor satu di Indonesia. 

    Menurut user bernama Er Vin mengungkapkan, "yang jls ini presiden rakyat yg benar2 merakyat yg sederhana semoga cita2 trcpai". Berbeda dengan Er Vin, menurut Johnson P Tambunan, "pencitraan yg membosankan...Jokowi tak pernah membuktikan hasil kerja nyata dan pembohong telah melanggar sumaph Gubernur...mau kemana sang Presiden ?"

     Sebagai warga negara Indonesia, mari kita bantu dan mengawal kepimimpinan sang Presiden terpilih. Tak ada orang yang sempurna, begitupun dengan Bapak Jokowi. Jika baik kita katakan baik, jika tidak baik mari kita kritik dan beri masukan demi kedewasaan bangsa ini menyelami demokrasi yang tak kunjung menari di negeri sendiri. 

    
Powered by Blogger.

Blogroll

Popular Topics